May
08
Filed Under (Kisahku) by hennym on 08-05-2008

Yup, sejak balik Jerman topiknya kejar2an. Ngejar apaan?

1. Ngejar daftar untuk thesis:

ketemu bagian adm di pertengahan Maret. Doi bilang, periode pendaftaran dah tutup, yang berikutnya masih bbrp bulan lagi. Supaya semester berikut ga usah bayar uang kuliah, harus colloquium sebelum pertengahan September, minta acc dari Prof untuk daftar di periode khusus. Hitung mundur, paling telat bulan Agustus skripsi dah masuk. Itung2, OK lah, bisa kukejar, meski sekarang aku dah ketinggalan kereta, aku pasang turbo tuk kejar ketinggalan.

Tugas selanjutnya……

2. Ngejar dosen:

Bbrp meeting tuk proyek thesis, aku ga bisa datang, banyak hal yang mau ditanya. Kejar dosen, tp lagi holiday. Please……, ada banyak pertanyaan neh sehubungan dg my group. Salah satu member-ku yg di US aktif banget, agak kewalahan juga krn aku belum sempat ngobrol dg si dosen.

Akhirnya, dia balik dari liburan & awal april bikin pertemuan. Sebuah kabar indah dari prof tercinta, topik yg sama, supaya ga usah bayar semester depan. Hitungan ga jauh beda dengan yang di atas, hanya sedikit tambahan, Sang prof. A bakal holiday bulan Agustus, jadi minta thesis masuk paling telat tgl 10 Juli.

Agak tulalit, ga sadar deadline tinggal 3 bulan. Yang laen ga keberatan karena sudah mulai search dari kemaren2. Sedangkan aku??? Lihat deh no. 3

3. Ngejar topik:

Sambil tunggu prof balik dari liburan, aku coba search info ttg produk yg dia kasih. Weks……, nix, ga ada, sudah banget, ga kira2. Masa sih aku harus turun ke jalan tuk interview & keluarin duit buat beli data statistic & info laen2nya?

One day, ketemu seorang temanku yang ga ambil projek Global Sourcing untuk thesis. Dia Cuma team manager aja untuk cut flowers. Kesimpulan dari obrolan ama dia, buat mereka ga masalah produk mana aja. Temanku yg lainnya dapat Pistachios, juga hanya team manager. Kling, ada ide, gimana kalo switch aja?

Mulai search dua produk tsb. Kayaknya lebih baik. Approach ke kedua org tsb. Cut flower menjawab dengan positif, tapi pistachios diem aja. Aku harus segera ambil keputusan & kirim email ke prof.

Jawaban Prof A: boleh2 aja, tp sebenernya aku ga suka kalo ada yg ganti2 produk di tengah projek kayak gini. Kecuali Anda punya alasan kuat. Kita bicara disaat meeting.

Sebelum meeting, aku susun baik2 alasanku, jangan sampe berbohong juga. Ga mungkin donk bilang: “Duh maaf pak, topic exotic live fish susah datanya. Cut flower kan lebih mending.” Gila apa ya?????

Singkatnya, aku dapat juga topik tersebut. Lega……..

Ternyata, member tuk kelompok ini agak2 pemalas. Mereka belum ngerjain apa2, product description aja belom. Weks, tugas berat buat mompa mereka. Jangan sampai kena masalah gara2 aku baru pindah neh.

4. Ngejar anak buah

Beda dengan tahun lalu, sekarang para dosen itu lebih reseh. Selain minta progress report tiap minggu, dia jg minta presentasi rutin. Kurang dari 2 minggu, anak buahku harus presentasi 2 bagian pertama.

Sebenernya, bagus apa jelek presentasi & Market Brief mereka tidak akan mempengaruhi nilaiku, apalagi hidupku, hehehehe. Tapi, kalo mereka ga bisa penuhi deadline apalagi ga siap presentasi, atau mereka salah arah, maka nilaiku jadi taruhannya. Agak aneh emang, tp ya gitu lah maunya si dosen. Memperdayagunakan kami untuk bantuin kerjaan dia dalam supervise mereka untuk ngerjain Market Brief.

Akhirnya, presentasi mereka bagus juga. Meskipun dibanding kelompok lain kerjaan mereka baru sedikit, tp they are on the right track. Bbrp kelompok lain harus bongkar2 dikit.

Mulai dari situ, aku masih kejar2 mereka dari deadline ke deadline.

5. Ngejar data

Tugas pertama dari Prof B, selembar overview tentang product & value chain. Ayo….., kerja keras. Emang Cuma 1-2 halaman, tp kan musti search info di internet.

Pertemuan pertama, aku bisa selesaikan permintaan sang dosen. Tetapi, rekan2 dari group lain bikin lebih komplit dari itu. Mereka malah sudah membahas trade in the industry beserta data statistik, lengkap dengan value chain. Mereka dah beneran bikin thesis. Sementara aku? Baru kenalan sama product. Sementara pak dosen lebih tahu banyak tentang bunga karena tante & sepupu dia punya toko bunga.

Dalam 2 minggu dari pertemuan itu, bakal ketemu lagi tuk bahas tentang value chain analysis. Gimana bisa bikin analisa kalo data belom lengkap? Ayo…., kejar data.

6. Ngejar farmers, importers, wholesalers, retailers………..

Some missing links dari data yg aku dapat tuk thesis. Mau ga mau, harus turun wawancara. Ide dari temenku, barter aja, mereka kasih kita data, nanti kita kasih mereka hasil research kita. Well, ga gampang! Kita dapat akses gratis ke ITC karena ada perjanjian, andai…..hasil kerja kita bagus maka hak mereka tuk publish & jual karya kita.

Konsultasi dg dosen, ada bbrp alternative: ga kasih thesis lengkap, pastikan org tersebut tidak akan perjual belikan info tersebut, ya…. 2-3 perusahaan yg pegang hasil penelitian kita ga akan violeting kerjasama dengan ITC deh.

Melegakan….. Tp organisasi yg bakal aku wawancarai rata2 organisasi komersil yg jualan info sejenis. Gimana dunk ya???

Setidaknya, aku mulai dari retailers deket rumah dulu deh.

Prof B punya kenalan farmers. Tapi wawancara harus pake bahasa Jerman. Gpp, yg penting si Prof bersedia menghubungi org itu tuk dikenalin ke aku. Horeeeeeee

Ini bagian yg paling penting:

Ayo, dibuka lowongan kerja, buat jadi Dolmetscher/in. Syarat: bisa basa basi dikit biar informasi ngalir lancar, lancar berbahasa jerman, juga musti pinter korek2 keterangan. Bayaran akan disesuaikan dengan jadwal wawancara & keterangan yg berhasil didapat. Hehehehehe.

Ato, kalo ada kenalan tukang bunga, mulai dari petaninya, agent, toko bunga, event organizer yg pake fresh cut flowers, apapun, boleh dunk dikenalin tuk wawancara.

7. Ngejar deadline edit

Yg ini sih, aku dengan senang hati melakukannya. Kalo boleh sih, aku kejar deadline edit buku Liberation aja, ga usah mikirin deadline thesis hehehehehe.

  • Pages

  • Archives