It s about my ordinary life in my new land….
Jam satu dini hari, mata belum juga lelah menatap monitor komputer. Malam terasa sepi meski dengan setumpuk buku di mejaku.
„Jangan tidur dulu sayangku, aku masih harus menyelesaikan tugas,“ bisikku pada diri sendiri. Kupasang earphone & putar lagu2 lama tuk menepis lelahku.
Alunan lagu membawa hatiku melayang jauh ke seseorang yang nun jauh disana. Membawaku jauh ke suatu masa……… Ketika itu, aku tak memberanikan diri menantang segala tantangan tuk mendekatinya. Kini, aku sangat merindukan dia & saat-saat itu. Lagu-lagu ini membawa semua kenangan itu, membawa bayangan dirimu yang waktu itu.
Aku tahu, kamu saat ini pasti telah berubah, tak lagi seperti dulu. Tapi aku tak mau merubah bayangan dirimu yang kusimpan dalam ingatanku.
Wajahmu masih yang dulu, seakan hadir senada dengan alunan melodi ditelingaku. Setiap habis satu lagu, kau pergi dari bayanganku & itu membuatku sedih. Hatiku segera menanti lagu berikut dengan penuh harap. Dan saat lagu mengalun lagi, kau hadir kembali. Duh, aku benar-benar ingin menyapamu, bercerita banyak denganmu, memelukmu erat, meski dalam bayanganku………
Kubertanya pada diriku sendiri, adakah cara kuraih dirimu?
Jika kau dengar kisah lamunanku ini, akankah kau tau bahwa dirimu lah yang kumaksud…….. Akankah kau sapa aku?
Oh kesunyian, apakah aku jatuh cinta padanya waktu itu? Ataukah hanya lagu-lagu ini yang membuai diriku kembali pada kenangan masa lampau?
Ataukah……., aku kini jatuh cinta pada bayangannya yang ada dalam anganku?
Kusadar, semakin kucari bayanganmu, semakin aku menderita dibuatnya.
Semakin kukejar dirimu, semakin aku kehilangan bahagia yang kuharap. Aku tahu sayangku, aku tahu…… Tapi buaian lagu ini tak berhenti terlantun ditelingaku dan aku pun tak mau menghentikannya. Ku tahu sayang, aku tahu……………
Aku pun tahu persis, jika saja kuberanikan diri tuk menghentikan lagu-lagu ini, maka semua bayangan itu akan hilang. Aku tahu….. Tapi kebodohan telah menghentikan tanganku tuk melakukannya. Bodohnya……..bodohnya…..bodohnya….. Haruskah kulewati lagi satu malam ini bersama kebodohanku?????
Itulah hidup kita sesungguhnya. Bayangan itu bagai kebahagiaan
duniawi yang tak bisa dipegang. Disaat kita terlena & berusaha memegang
kebahagiaan seperti itu, maka keadaannya sama persis dengan berusaha
menghilangkan dahaga dengan air garam.
Sedangkan lagu itu bagaikan kilesa yang menutupi batin kita.
Satu malam yang terlewati bagaikan satu kehidupan sebagai manusia yang telah kita peroleh ini. Akankah kita biarkan hidup ini berlalu begitu saja seperti malam yang terlewati untuk terbuai kebodohan? Padahal kehidupan kita sebagai manusia ini adalah sangat berharga dan terberkahi, kita memiliki kemampuan untuk menghentikan buaian lagu itu yang memancing segala lamunan.
Sama seperti kilesa manusia, keserakahan-kebencian-kebodohan batin, yang
merupakan akar ketidakbahagiaan, dapat kita hentikan. Kita tahu itu, namun
tetap saja tidak melakukan apa-apa untuk menghentikannya.