Jan
10
Filed Under (Kisahku) by hennym on 10-01-2006

Urusan legalitas di Indo, bikin Ron & aku tiba2 pak pik puk. Dibatasi waktu, harus segera, harus diselesaikan. Terpaksa deh uang keluar lebih banyak.

Bersamaan dengan itu, kepastian tempat tinggal kami pun sedang mengambang-ngambang. Haruskah kami pindah? Haruskah kami cari tempat baru? Atau bisa tetap tinggal disini? Coba cari2 via iklan, ga gampang, ga simple. Ada beberapa pilihan, tapi semua kami batalkan krn mereka butuh kepastian segera sementara kami msh blm dapat jawaban dari pemilik rumah yg skg. Setelah semua kami batalkan, tiba2 pemilik rumah bilang, kami harus pindah atau ambil ruang lain (di gedung yg sama). Ruangannya lbh luas (tp terlalu luas untuk tinggal berdua), sewa jelas lbh mahal. Ga ada pilihan lain krn semua sdh dibatalkan & ga akan sempat cari tempat baru dalam wkt kurang dari 1 bulan.

Lalu juga, ada masalah di keluargaku. Apa yang bisa aku bantu? Hanya telp mereka, kirim email, and???? Semoga saja bisa segera diselesaikan.

Papaku baru saja sembuh, skg mamaku sakit, semoga dia cepat sembuh & mereka semua sehat. Juga kehamilan kakak iparku yg sedikit mengkhawatirkan. Apakah harus operasi? Yang ku tahu sampai hari ini (skg ini yg ketiga kalinya dia ke rumah sakit) msh blm jg melahirkan. Sudah sejak hari Sabtu dia ke rumah sakit, sudah ada tanda-tanda akan melahirkan, tapi sampai skg, hari Rabu subuh (WIB), belum jg lahir. Semoga mereka berdua selamat.

Ngobrol sebentar via telp, kami sempat bercanda, mungkin anaknya lagi iseng mau bikin orang tuanya was was. Hm…., kedengaran dari suaranya dia khawatir sekali.

Semua permasalahan yg terjadi di rumah, skg diurus oleh my only bro. Slogan dua anak saja cukup memang cocok jika dikaitkan dg biaya hidup jaman sekarang. But….ketika masalah keluarga datang, hanya sedikit org yg bisa diajak tuk berbagi beban. Kadang sedih juga memikirkan dia harus menanggung semuanya. Semoga ia memperoleh berkah & kekuatan dari Triratna untuk menghadapi semua itu.

Beberapa minggu ini, Ron pun dibikin pusing, alat2 percobaannya sedang manja. Sebentar rusak, sebentar mogok, sebentar minta diperhatiin.

And……tanganku tersayang jg lagi manja. Mungkin karena beberapa waktu lalu aku pergi seharian dg tas agak berat, skg dia ngadat deh. Ditambah lagi udara dingin yang bikin tambah asoy……… Skg aku harus hati2, soalnya dulu aku pernah jatuh yg bikin bahuku cedera & tanganku lepas dari sendi (wuiiiih ngeri ya dengernya……… huehehehe, ga lah……..).

Emails….

Setiap kali buka email, pasti mailbox dah diisi bejibun email baru yg masuk. Sampe2 aku suka ketukar antara info yg satu dg yg lain, kadang aku jg lupa buka attachment-nya. Berjam-jam depan computer hanya untuk jawab 1 email. Bego banget ya?! Nggak juga (membela diri nih), soalnya bbrp email tsb perlu perenungan & berhati2, kadang harus pulang dulu buka buku, kadang harus cari ilham juga tuk jawabnya. Padahal mereka ingin segera dibalas.

Teman baikku minta pendapat, tapi aku belum bisa balas segera. Jangan2, wkt aku balas emailnya masalah dia udah tuntas juga.

Oh iya, sekalian aja deh, kalo kalian yg baca blogs ini dulu sempat kirim email yang isinya: “Jika Anda merasakan hal yg sama dg si pengirim, kirim balik email ini kepadanya…..” atau serupa, sorry aja ya aku ga kirim balik. Bukan karena kalian bukan temanku tapi karena kadang ga aku buka attachement-nya (dlm bbrp waktu ini).

Dan sebuah ledakan. Seorang temanku tiba-tiba marah2, aku jadi terpancing emosi juga. Untunglah aku sempat menahan diri untuk tidak melakukan apapun yang menambah keadaan bertambah buruk. Hingga akhirnya semua kembali normal, lega sekali rasanya.

Namun kejadian-kejadian itu membuat aku berpikir kembali bahwa kapasitas diriku saat ini masih sangat terbatas. Bagaimana aku bisa menolong semua makluk, jika hal-hal seperti ini saja aku mengeluh? Meskipun aku tidak mengeluhkannya, aku tidak mampu menangani segalanya dengan baik. Bagaimana aku bisa mencintai semua makluk seperti diriku sendiri, jika aku masih membeda-bedakan antara diriku & orang lain, memandang diriku lbh dibanding makluk lain? Bagaimana aku bisa mewujudkan kesempurnaan kesabaran, jika hal kecil saja membuatku jengkel?

Saat ini aku telah memperoleh kehidupan sebagai manusia yang sangat beruntung dengan segala kondisi2 yang mendukung. Terlebih lagi aku telah bertemu dengan Guru & Ajaran. Inilah kesempatan bagiku untuk berusaha keras melatih diri agar memiliki kapasitas yang mampu mewujudkan harapan diriku & semua makluk.

Semoga aku dapat memanfaatkan kesempatan ini.

Perenungan inipun membuatku semakin menghormati & mengagumi upaya yang luar biasa yang dilakukan para Buddha serta para guru besar lainnya. Semoga semua makluk hidup memperoleh kebahagiaan & terbebas dari segala bentuk penderitaan.

  • Pages

  • Archives