Aug
08
Filed Under (Lamunanku) by hennym on 08-08-2005

Sebuah uraian yg sedang kucoba tuk dipahami dlm hati….. Mudah dimengerti, tp sulit tuk benar2 tumbuh dalam batinku.

Manusia sering merasa bahwa dirinya tidaklah sama dengan org lain, dirinya sangat unik, dirinya lah yg paling berharga di dunia ini, dirinya lah yg paling…….. Manusia tidak segan2 mengorbankan banyak hal demi kebahagiaan diri sendiri karena “Aku lah yg paling berharga di dunia ini, semua org harus memberikan kebahagiaannya untuk diriku. Orang lain lah yg harus mengalah & mengerti diriku.” Atau di kasus lain, “Aku lah org yg paling malang di dunia ini, maka kasihani lah diriku.” Dengan belas kasih orang lain, manusia berharap mendapatkan kebahagiaan & lepas dr kesusahan/penderitaan.

Jika coba dipikirkan kembali, sebenarnya apakah yg diinginkan oleh orang lain? Oleh binatang? Bahkan oleh seekor semut yg kecil? Semua menginginkan hidup mereka bahagia & tidak ingin menderita. Atau dg kata lain, smua mh ingin memperoleh kebahagiaan & tdk ingin mendapatkan penderitaan.

Diriku….. dan selalu diriku…… yg ada dibenakku. Ah…., tidak juga, ada keluargaku, orang tuaku, org2 yg kusayangi….., aku jg mengharapkan kebahagiaan untuk mereka. Sudahkah diriku mengharapkan hidup mereka bahagia krn benar2 menyadari bhw mereka membutuhkan kebahagiaan ataukah sekedar menenangkan diri sendiri : kalau mrk hidup bahagia, maka akupun menjadi bahagia, hidupku akan tenang.

Lalu salahkah itu? Sesuatu yg sangat manusiawi. Namun menyadari betapa diriku menginginkan hidup yg bahagia & sangat tidak ingin menderita, tentunya hal yg sama pun berlaku bagi mh yg lain. Adakah alasan yg membenarkanku untuk mengorbankan (kebahagiaan) mh lain demi kebahagiaan diri sendiri? Adakah alasan bagi diriku untuk tidak memberikan kebahagiaan bagi mereka? Jika diriku tidak ingin menderita, sudah tentu mh lain pun begitu.

Jadi…… apakah diriku kini masih berbeda dengan yg lain?????

Aug
08
Filed Under (Kisahku) by hennym on 08-08-2005

Yup, dua kali Roni nyepet tangan pencopet. Pencopet malu, selamatlah sang dompet.

Pertama kali, lagi di Barbarosa Platz, waktu aku mau naik trem, ada org yg mencurigakan. Membalut salah satu tangannya dg jaket, jalan mepet2. Eh…., bener aja dia buka tas ranselku bagian depan. Isinya ga banyak, cuma dompet uang & identitas, dompet coin & HP (huaaaaaah….., ga byk tp penting smua kan?!). Aku ngerasa sih tasku dipegang org, tp kukira itu tangan si roni yg kupikir berdiri tepat di belakangku. (Dia emang suka pegang tas ku, mgk tasku takut ilang. Tp akunya ga dipegang, mgk dia senang2 aja kalo aku ilang, hikssss) Langsung aja si roni mengeluarkan jurus “menepak tangan2 pencopet“. Aku terkejut & menoleh ke belakang, sambil bertanya2 apa yg terjadi. Oh…., tasku dah terbuka tp segalanya msh lengkap. Org itu blm sempat ambil apa2 dg gaya yg salah tingkah tp ga berasa bersalah gitu, dia pergi meninggalkan Halte. Oh …. pahlawanku sayang. Selamatlah uang belanjaku sebulan……..

Kejadian kedua, kami sedang di Sbahn. Sekali lagi, kami & para pencopet itu naik dari Barbarosa Platz. Berdasarkan pengalaman pertama, aku simpan tas gendongku di depan. Krn Sbahn sedang padat, aku pilih di tengah2, pas disambungan antar gerbong. Tak lama kemudian, tiba2 ada 1 perempuan yg spt mau terjatuh & berusaha mencari pegangan dekatku. Aku sempat tersenyum sama org itu, dia pun tersenyum2 ga karuan. Tp anehnya kok ga ngomong apa2, biasanya org sini, suka celetak celetuk. Aku jg sempat mikir, tempat dia ada pegangannya, tempatku malah ga kokoh tumpuannya, kenapa dia malah milih tempatku. Ya sudahlah, aku hrs memberi dia tempat tuk berpegangan & sedikit bergeser mendekat kang Roni (uhuy……). Tahu2, kang Roni mengeluarkan jurus “menepak tangan2 pencopet“.  Weleh….., cewek yg satunya yg berdiri dekat roni mencoba “menggerayangi” kantong celana Roni yg berisi dompet! Aku liatin org itu, trus roni bilang bhw cewek deket aku tuh temennya. Aku lgs nengok ke org itu & berniat tepak dia sambil ngomong : “Ist sie Ihre Freundin?” (artinya : dia temanmu?) Biar org2 waspada jg (maap, gaya preman Indo msh terbawa neh). Tp untung dia udah pindah menjauh. Aku liatin terus si cewek yg berani2nya “menggerayangi” suamiku….. Si tersangka salah tingkah, ga ngomong apa2, terus pura2 menggaruk2 kakinya. Sampe Sbahn berhenti di halte berikutnya bersama temannya. Ya, mudah2an aja kakinya ga lecet beneran krn digaruk sepanjang jalan.

Lalu roni mengeluarkan dompet dr kantong celananya, org2 di Sbahn baru ngeh kenapa roni mengeluarkan jurus “menepak tangan2 pencopet” & kami (gw sih….. :)) pelototin org itu (gw ga bisa melotot deng…..).

Sempat berkelakar jg : Eitsss, jangan senang dulu, cek uangnya, jangan2 ini pencopet sakti….. Dompet utuh tp bettttt uang didalamnya udah ludes. Tapi untung semua msh utuh.

Dari kedua kejadian tersebut, para pencopet tsb adalah wanita, berwajah pendatang (bukan bule) & sasarannya org yg mukanya pendatang juga. Dua org teman kerja roni pun sempat mengalami kecopetan di Hbf Köln yg kedua2nya jg bermuka asing/pendatang.

Jadi…. tetap lah teman berhati2 ketika menyeberang jalan (lho…… kok ga nyambung!).

Hm….., kasian mrk, hidup mrk sudah susah, dg jd pencopet karma buruk akan terus menerus mrk kumpulkan. Sehingga mrk akan terus mengalami penderitaan. Semoga mrk tdk melakukannya lagi. Semoga semua mh memperoleh kebahagiaan yg mereka inginkan & terhindar dari segala bentuk penderitaan.

  • Pages

  • Archives